Kebarek Lewuhala: Doa yang Menari di Bumi Leluhur
Desa Todanara
22 Oktober 2025 101 x Inspirasi
Kebarek Lewuhala seadang menari di Namang Kampung Adat Lewuhala
Dalam momentum Neba Bele di Kampung Adat Lewuhala, tampil seorang kebarek—penari perempuan tradisional Jova Purek —yang memancarkan pesona budaya Lewuhala melalui busana dan gerak tubuhnya yang penuh makna. Ia mengenakan kebaya biru berhias benang emas, diselimuti selendang merah yang melambangkan semangat, keberanian, dan kehangatan jiwa perempuan Lewuhala. Balutan sarung merah menambah kesan anggun dan berwibawa, menunjukkan perpaduan antara keindahan dan kekuatan dalam tradisi lokal.
Di kepalanya tersemat kenobo Tena, penutup kepala khas Lewuhala yang dihiasi bulu ayam jantan—simbol kehormatan, keberanian, dan semangat hidup masyarakat adat. Setiap gerak tari yang ia mainkan bukan sekadar hiburan, melainkan sebuah ungkapan spiritual dan sosial yang menyatukan dirinya dengan leluhur, alam, dan komunitasnya.
Saat kebarek Lewuhala menari di tengah keramaian Neba Bele, ia menjadi perwujudan nilai-nilai luhur: keteguhan perempuan adat, kesetiaan pada tanah leluhur, serta keluhuran tradisi yang terus dijaga. Warna, gerak, dan irama berpadu menjadi bahasa budaya yang hidup—mengisahkan jati diri Lewuhala sebagai komunitas yang kaya akan simbol dan makna.
Tarian itu bukan hanya pertunjukan, melainkan upacara tubuh dan jiwa, di mana setiap langkahnya adalah doa, setiap kibasan selendang adalah pesan cinta untuk leluhur dan bumi Lewuhala
